Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label Editorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Editorial. Tampilkan semua postingan

�Orang Berjenggot Didor, Manusia Macam Klewang Dipelihara�







Banyak pihak yang menilai kinerja Tim Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 dalam pemberantasan terorisme tidak profesional dan tidak mematuhi kaidah Hak Azasi Manusia (HAM). Salah satu pihak yang mengkritik kinerja pasukan khusus Polri ini adalah Teguh Juwarno, politisi Partai Amanat Nasional (PAN).





Dalam akun Twitternya, Teguh mempertanyakan soal tembak mati terduga teroris oleh Densus 88.





"Layakkah didor mati?! Mereka yang baru terduga teroris yang berencana merakit bom akan meledakkan Kedutaan Myanmar?" kicau Teguh, Sabtu (18/05/2013) siang.





Menurut Teguh, apa yang dilakukan terduga teroris itu baru angan-angan, belum terjadi. Jadi, tidak selayaknya ditembak mati.





Tindakan yang berbeda justru diberlakukan bagi terduga korupsi dan kejahatan besar lainnya.







Teguh J, Politisi PAN


"Yang masih angan-angan sudah dieksekusi mati. Sementara Aiptu (Labora Sitorus, anggota Polda Papua) bikin rakyat Papua mati busung lapar, makan ubi saja, (malah) digaji negara," kata Teguh.





Teguh juga mencontohnya perlakukan berbeda aparat kepolisian terhadap pemimpin geng motor, Klewang.





"Klewang yang jelas-jelas pemerkosa, pemimpin geng onar, dipelihara. Sementara aktivis sosial, asal berjenggot, rajin mengaji langsung didor," tulis Teguh yang juga anggota Komisi V DPR RI ini.





Menurut Teguh, alangkah baiknya jika peralatan Densus 88 yang super canggih, bebas sadap diperbantukan untuk kepentingan KPK dalam memberantas korupsi.





Selain itu, Teguh meminta kepada Komnas HAM untuk turun tangan mengusut sikap-sikap semena-mena Densus 88. Ia juga menduga maraknya kasus penembakan terduga teroris adalah bagian pengalihan isu untuk menutupi kasus yang menjerat oknum kepolisian.





"Komnas HAM harus turun tangan untuk penembakan teroris akhir-akhir ini! Passca kasus Djoko Susilo tekuak, penembakan teroris menggila," tulisnya.*



(*/hidayatullah)







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Kerugian Banjir di Aceh Selatan Capai Rp 4 Triliun




BENCANA GELOMBANG BESAR
Indonesia Press Photo/ Ishak Mutiara






TAPAKTUAN - Akibat musibah banjir dan gelombang pasang yang melanda Aceh Selatan, diperkirakan meraup kerugian mencapai Rp 4 triliun. Pasalnya, dana tersebut untuk memulihkan perekonomian rakyat dan membangun infrastruktur yang rusak.





�Ini berdasarkan laporan kerusakan yang kami terima dari 13 kecamatan yang terkena dampak bencana,� ujar Masdi Kepala BPBD Aceh Selatan, kepada Rakyat Aceh, Kamis (16/5), sepulang dari pemakaman Ilham Wardani (korban perahu BPBD tenggelam).





Menurut data sementara, dampak ekses banjir dan ombak pasang telah menimbulkan dampak kepada 13.485 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 53.497 jiwa. Dari jumlah kerusakan yang timbul, kecamatan Kluet Utara merupakan yang terparah. 







�Dinilai dari kerusakan, Aceh Selatan butuh anggaran sebesar Rp 5 Triliun untuk membangun kembali perekonomian rakyat secara utuh dan komplit ,� paparnya.







Adapun data kerusakan atau kemusnahan sementara yang telah masuk ke meja BPBD, sebagai berikut; ternak (binatang peliharaan, seperti kerbau, sapi dan kambing mencapai 11.996 ekor. 





Rumah warga, rusak berat sebanyak 318 unit, rusak ringan 7.499 unit. Perkebunan (coklat dan Kelapa Sawit) 635 hektare, pertanian (tanaman muda, padi dan jagung), seluas 4.265 hektare.





Lanjut dia, perikanan darat atau sarana penangkapan ikan, rusak dan hancur berjumlah 79 unit. Kerusakan bangunan pemerintah berjumlah 207. 





Selain korban harta benda, peristiwa bencana alam tersebut juga menelan 3 korban jiwa. Korban yang meninggal dunia akibat banjir dan gelombang pasang adalah; Armi Syahputra (25), warga Air Beurudang, Tapaktuan, Muhammad Akhyar (5), penduduk Krueng Batu, Kluet Utara dan Ilham Wardani (34), warga Suak Bakong, Kluet Selatan.





�Dari jumlah data kerusakan, angka tertinggi dialami kecamatan Kluet Utara. Mudah-mudahan musibah ini menjadi hidayah bagi kita semua. Dan mendapat petunjuk dari Allah SWT, sehingga kedepan lebih baik dan mampu membangun kembali,� cetus Kepala BPBD.



(*/RakyatAceh)







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Media Cina: Dunia Harus Tahu AS Penjahat Perang





Salah satu surat kabar pemerintah Cina menuntut agar kejahatan-kejahatan perang Amerika Serikat dibuka untuk publik internasional.



Sebagaimana dilaporkan IRNA, Cina sebagai salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB dalam beberapa bulan terakhir mengungkap sebagian kejahatan perang yang dilakukan Amerika, termasuk pelanggaran hak asasi manusia dan serangan cybernya terhadap negara-negara lain.



Sehubungan dengan ini, surat kabar Rakyat dalam laporannya menekankan, untuk menjawab klaim-klaim Amerika atas negara-negara lain, haru dipublikasikan sebuah laporan yang mengungkap kejahatan-kejahatan perang Washington.



Pada saat yang sama, anggota partai berkuasa Cina mengatakan, "Publik dunia harus tahu berapa besar Amerika mengalokasikan anggarannya untuk militer dan seberapa jauh ia terlibat dalam kejahatan-kejahatan perang."



Menurut koran tersebut, Amerika dengan anggaran militer terbesar di dunia adalah pemicu sebagian besar perang yang terjadi dan telah menyengsarakan jutaan manusia di dunia.



(*/IRNA/rol)







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Biadab, Tahanan Guantanamo Dipaksa Makan Lewat Hidung



GUANTANAMO -- Aksi mogok makan yang berlangsung di kamp militer Guantanamo telah memasuki hari ke-100. Kondisi ini semakin menggerakkan komunitas dunia yang menyuarakan agar Amerika Serikat menutup kamp yang melanggar HAM tersebut.


Menurut salah seorang pengacara tahanan di Guantanamo, dari angka resmi yang dirilis sumber militer AS yakni 166 tahanan, 100 diantaranya saat ini melakukan aksi mogok makan. Diyakini, jumlah tahanan lebih banyak dari yang dirilis karena ditutup-tutupi pihak militer.


Dari 100 orang yang melakukan aksi, 30 diantaranya telah dipaksa untuk makan oleh para penjaga melalui tabung yang dimasukkan ke hidung. Tiga orang lagi masuk rumah sakit.


Disebutkan, ke-166 tahanan tersebut banyak diantaranya telah 11 tahun enam bulan berada di dalam fasilitas militer tersebut tanpa didakwa apa kesalahannya.


Aksi mogok makan itu sendiri dimulai pada Februari setelah adanya perselisihan antara tahanan dan penjaga, dipicu ulah penjaga yang mengganggu barang-barang pribadi tahanan termasuk memperlakukan dengan salah atas kitab suci Al-Quran.


Awalnya, hanya beberapa lusin tahanan menolak makan tetapi pada jumlah itu membengkak menjadi 100-an orang.


Cindy Panuco, seorang pengacara untuk tahanan Afghanistan Obaidullah mengatakan, otoritas penjara Guantano telah memisahkan para tahanan dari komunitasnya ke dalam sel tunggal dengan dalih menghentikan mereka memperoleh senjata.


"Itu hanya dalih saja, mana mungkin mereka mendapatkan senjata. Pengisolasian tahanan adalah upaya untuk mematahkan tekad mereka dan menghentikan mereka kelaparan," ujar Cindy seperti dilansir rt.com (16/5).


Sebelumnya, Feroz Abbasi, yang dibebaskan dari Guantanamo tanpa tuduhan, menggambarkan bagaimana ia disiksa secara psikologis oleh penjaga Guantanamo. "Untuk beberapa alasan pada malam yang sama Irak dibom Maret 2003, saya dipindah ke isolasi, dikurung, dan berada di sana selama dua tahun. Enam bulan di antaranya tanpa sinar matahari, "kata Feroz.


Clive Stafford Smith seorang pengacara HAM Inggris yang mewakili Sahker Aamer, narapidana Inggris terakhir di Guantanamo, mengatakan bahwa kondisi pengalaman kliennya lebih buruk daripada hukuman mati.


"Ketika seorang narapidana mengaku tidak melakukan apa yang dituduhkan maka enam orang berpakaian tertutup langsung memukulinya. Begitupula jika tahanan ingin sebotol air atau obat-obatan, maka enam orang tukang pukul itu lagi yang dikirim. Karenanya, para tahanan yang tengah mogok makan dan dipaksa makan melalui aneka alat itu merupakan penghinaan terakhir bagi tahanan," ujarnya.


Dijelaskan lebih lanjut oleh Clive, ada tiga tahap rasa sakit pemaksaan makanan oleh militer AS di Guantanamo.


Pertama ketika tabung dipaksa melewati hidung tahanan ke tenggorokannya, hal itu menyebabkan mata berair, rasa terbakar dan sensasi tersedak secara intensif. Siksaan itu berlanjut begitu tabung turun ke tenggorokan dan kadang hingga menyentuh rongga perut, dimana ada dorongan kuat untuk muntah bagi tahanan.


"Ditambah lagi, tatkala tabung itu telah dipaksakan menyuplai "makanan", hal itu memicu sensasi yang paling menyakitkan dari semua yaitu kembalinya kelaparan karena dimuntahkan," ujar Clive. (*/jpnn)




Like ? Tweet :
Join ? Follow :

Jakarta Tak Menghargai Hak-hak Konstitusi Aceh




jakcity.com


PEMERINTAH Pusat di Jakarta bukan tidak memahami kekhususan yang dimiliki oleh Aceh. Namun membiarkan secara sengaja, kekhususan yang dimiliki oleh Aceh tidak menjadi persoalan serius dan hilang satu persatu.


Hal ini disampaikan Staf khusus Gubernur Aceh Fachrul Razi, M.I.P, berkaitan pemaparannya dalam Seminar dan Diskusi Publik dengan tema: Konsolidasi Gerakan Mahasiswa Merespon Hak-hak Konstitusi Secara Sinergis di Universitas Al Muslim, Bireun, Selasa tanggal 14 Mei 2013. Seminar dan Diskusi Publik ini digelar dalam rangka Kongres II BEM Se Aceh yang berlangsung dari tanggal 12-18 Mei 2013.


"Hal ini disebut dengan political omission, atau kebijakan politik yang membiarkan dengan sengaja terhadap hal-hal yang kurang menguntungkan Pusat," katanya.


Sebagaimana dilansir ATJEHPOSTcom, Sebagai pihak yang menyusun konstitusi untuk Aceh, kata dia, seharusnya Pusat memahami hak-hak Aceh.


"Ini bukan perkara tidak paham, namun memang sengaja tidak paham atau sengaja menghilangkan hak-hak konstitusi di Aceh. Hal ini menunjukkan Pemerintah Pusat tidak menghargai Hak-hak Konstitusi Aceh."


Menurutnya Aceh memiliki kekhususan dan keistimewaan yang berbeda dengan propinsi lainnya. Bahkan menurutnya kekhususan dan keistimewaan yang dimiliki, jauh lebih luas dibandingkan kekhususan yang dimiliki oleh Papua, DKI Jakarta dan Jogjakarta.


"Aceh memiliki hukum lex specialis, atau hukum khusus yang tidak dimiliki oleh propinsi lainnya karena mereka menggunakan hukum umum (lex generalis)," ujarnya.


Dihadapan peserta kongres Fachrul Razi mengatakan bahwa perjanjian MoU Helsinki telah melahirkan Undang-Undang Pemerintah Aceh yang lahir berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18 B, yang menjamin kekhususan dan keistimewaan bagi Aceh. Secara konstitusi, kata dia, Aceh memiliki hak untuk memiliki partai politik lokal, Lembaga Wali Nanggroe, dan bendera Aceh sendiri.


Berkaitan dengan bendera Aceh, menurut Fachrul Razi, tidak ada alasan bendera bintang bulan tidak boleh berkibar di Aceh baik secara politik maupun hukum. 


"Bendera bintang buleun wajib berkibar di seluruh Aceh. Bahkan tidak boleh berubah, karena diputuskan secara demokratis di DPRA dan sesuai dengan konstitusi Indonesia," katanya.


Kata dia, semua hak hak konstitusi sudah diatur dan disepakati dalam UU sesuai dengan UUD 1945 pasal 18B. Hak politik yang diatur dalam konstitusi seperti hak nama Aceh dan gelar pejabat senior, hak qanun Aceh dan internal keuangan sendiri.


Dia mengatakan, Aceh juga memiliki hak-hak konstitusi lainnya seperti hak ekonomi, hak sosial dan hak budaya, sebagaimana perjanjian MoU Helsinki dan UUPA.


"Bahkan telah jelas diatur dalam Kovenan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai hak-hak sipil dan politik dan mengenai hak-hak ekonomi, sosial dan budaya," ujarnya.


Dia berharap mahasiswa Aceh bisa bersatu dan memperkuat konsolidasi memperjuangkan hak-hak Aceh. Demi memperjuangkan hak-hak konstitusi Aceh, kata Fachrul Razi, dirinya siap berkorban nyawa dan harta jika Pemerintah Pusat mengkhianati kesepakatan yang telah ditandatangani.


Hadir sebagai pembicara lainnya dalam seminar tersebut, antara lain Mulyadi selaku Direktur LSM Care Aceh dan Norma Manulu salah satu Aktivis Perempuan di Aceh.[]


(*/atjehpost)





Like ? Tweet :
Join ? Follow :

Catat! Mabes Polri: �Jangan Mudah Percaya Razia Polisi!�



Divisi Humas Mabes Polri merilis imbauan bagi para pengendara bila ada polisi yang melakukan razia di tempat gelap atau di tikungan jalan. Biasanya, razia dilakukan pada malam hari, tanpa tanda apapun.



Dalam imbauannya, Selasa (19/3/2013) Divisi Humas Polri memberi tips yang harus dilakukan pengendara. Jangan takut untuk bertanya kepada para pemeriksa. Bila ada yang oknum yang nakal segera dilaporkan.



"Pemeriksaan adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh pemeriksa terhadap pengemudi dan kendaraan bermotor mengenai pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan serta pemenuhan kelengkapan persyaratan administratif. Pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dapat dilakukan oleh Polisi Negara Republik Indonesia (Polri) dan Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kualifikasi tertentu di bidang lalu lintas dan angkutan jalan," tulis Divisi Humas Polri.



Berikut Tata cara pemeriksaan yaitu: Pemeriksa yang melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan wajib dilengkapi dengan surat perintah tugas yang dikeluarkan oleh:



1. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh Petugas Polisi Negara Republik Indonesia;



2. Menteri untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa Pegawai Negeri Sipil.



Surat perintah tugas sekurang-kurangnya memuat:



1. Alasan dan jenis pemeriksaan;

2. Waktu pemeriksaan;

3. Tempat pemeriksaan;

4. Penanggung jawab dalam pemeriksaan;

5. Daftar petugas pemeriksa;

6. Daftar pejabat penyidik yang ditugaskan selama dalam pemeriksaan.



"Tempat pemeriksaan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor. Tanda dimaksud harus ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum tempat pemeriksaan," tulis Humas Polri.



Untuk pemeriksaan yang dilakukan pada jalur jalan yang memiliki lajur lalu lintas dua arah yang berlawanan dan hanya dibatasi oleh marka jalan. Tanda harus diletakkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum dan sesudah tempat pemeriksaan.



"Khusus untuk pemeriksaan yang dilakukan pada malam hari, selain harus dilengkapi tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan, juga wajib dipasang lampu isyarat bercahaya kuning terang. Petugas pemeriksa pada saat melakukan pemeriksaan wajib menggunakan pakaian seragam, atribut yang jelas, tanda-tanda khusus sebagai petugas pemeriksa, dan perlengkapan pemeriksaan," demikian tips Polri. (*/detik)





Like ? Tweet :
Join ? Follow :

Wakil Ketua MPR: �Bendera Aceh Jangan Diubah�






Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Aceh, Ahmad Farhan Hamid, menyatakan, bendera yang didesain dan diciptakan Tgk Hasan Tiro jangan pernah diubah.





Sebelumnya, bendera itu pernah digunakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan kini diusung menjadi bendera Aceh sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 3 tahun 20013 tentang Bendera dan Lambang Provinsi Aceh.





Menurut dia, sebaiknya semua pihak jangan mengambil alternatif dulu terhadap bendera Aceh, termasuk ingin mengubahnya.





�Bendera itu kan sesuatu penciptaan sangat sakral, ide untuk melahirkan bendera itu bukanlah hal yang mudah,�ucap Ahmad Farhan Hamid yang juga Wakil Ketua MPR-RI, kepada Rakyat Aceh (Grup JPNN), kemarin.





Dikatakan, bendera GAM diusulkan menjadi bendera Aceh, mempunyai sejarah tersendiri dan sudah terekam di monumen peradaban dunia.





�Kalau kita ingin mengubah bendera itu, saya ingin tanya siapa yang memberikan mandat untuk mengubah bendera tersebut?" tanyanya.





Menurutnya, saat ini ada benturan politik dengan Jakarta sehingga menjadi polemik.





�Kalau saya pikir marilah bendera itu disimpan dulu, mungkin ada saatnya nanti bendera itu dipakai ketika kondisi nasional sudah berubah. Dan hubungan politik Aceh dengan Jakarta sudah saling memahami dengan kuat,� cetus Ahmad Farhan Hamid.





Dia mengatakan, penggunaan bendera dan lambang Aceh itu sebenarnya kewenangan dari Pemerintah Aceh sendiri.





Selain itu, sambung dia, semua pihak pasti tidak ingin mengotori tangannya untuk mengubah warisan yang ditinggalkan oleh Tgk Hasan Tiro. 





�Secara pribadi saya merasa gemetar tangan saya kalau ikut mengubah hal-hal yang diwariskan oleh orang-orang besar Aceh,�ucapnya.





Tapi, katanya, yanng penting saat ini adalah tidak boleh ada percik pemicu secara politik dan keamanan antara Aceh dengan Jakarta. Kemudian, harus memberikan penghormatan penuh terhadap warisan-warisan masa lalu.





Sementara saat ditanya Rakyat Aceh, jika pembahasan bendera nantinya berlarut-larut antara Aceh dengan Jakarta dan tidak ada jalan keluar, apa yang perlu dilakukan, Farhan Hamid, menyatakan, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.





"Persoalan bendera tidak akan menjadi krikil yang tajam antara hubungan Aceh dengan Jakarta,� ungkapnya lagi.





(*/jpnn)







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Qaradhawi: �Islam akan menang di Palestina!�



Dr. Yusuf Qardhawi, Ketua Persatuan Ulama Kaum Muslimin mengungkapkan keyakinannya akan kemenangan Gaza dan Palestina, serta hengkangnya penjajah zionis, menurutnya umat dan ulama Islam terus memberikan dukungan terhadap Palestina.


Qardhawi menyampaikan sambutannya dalam pertemuan ulama dengan pemerintah Palestina di Gaza, Kamis (9/5) kemarin, beliau menyatakan, �Saya yakin bahwa kita akan menang, Gaza, Palestina dan Suriah serta semua yang terdzalimi di bumi, semua pihak yang berperang di jalan Allah, memperjuangkan kebenaran dan keadilan akan meraih kemenangan, bukan jalan para thagut, ini merupakan sunah Allah pada makhlukNya.


Qardhawi menegaskan, para ulama datang untuk menyatakan kami bersama dan berjuang bersama kalian, dan akan terus demikian sampai kita bertemu dengan Allah Ta�ala. Dengan pertemuan ini kita merasakan sebagai satu umat yang baru, umata yang seakan baru terlahir kembali, tegas Qardhawi.


Syeikh Qardhawi menyampaikan apresiasi kepada warga Gaza yang telah mengibarkan panji jihad dan enggan untuk menyerah meski harus berkorban nyawa. Menurutnya, serangan terhadap kantor PM dan infrastruktur membuktikan hal tersebut, dan rakyat Gaza adalah manusia-manusia mulia di muka bumi yang akan terus mengusung panji jihad. 


qaradhawi-haniya


Mereka berada dalam jaminan keamanan dari Allah, berada di garda depan, bukan dengan ucapan, melainkan dengan mengorbankan jiwa, harta, waktu, keseriusan dan masa istirahat serta semua yang mereka miliki.


Qardhawi menyatakan, �Saya merasa kecil di hadapan kekuatan bangsa ini, jiwa dan spirit rakyat Palestina yang telah banyak berkorban dan terus berkorban dan mempersiapkan diri.


Kita berada dalam kondisi pertempuran dengan zionis yang mengklaim agama yahudi, padahal sejatinya mereka sangat jauh dari ajaran yahudi. Zionis ingin mencaplok Palestina. Qardhawi menegaskan, Palestina adalah milik bangsa Arab dan Islam, dan akan terus seperti itu, Islam akan menang dan juga umat Islam.


Kepada warga Gaza, Qardhawi menyampaikan, �Kalian adalah bangsa yang mewakili umat, umat akan memberikan dukungan kepada kalian, dan hak kalian untuk kembali ke rumah-rumah yang kalian diusir darinya.


Beliau menyatakan, kita tidak mungkin menjual sebagian dari negeri yang kita terusir darinya di satu waktu, tetapi kita akan kembali, dan hak kembali itu bersifat tetap adanya. 


(*/Infopalestin/KH)




Like ? Tweet :
Join ? Follow :

Indonesia Borong 104 Tank Militer Jerman



BERLIN -- Jerman telah membuat kesepakatan ekspor sebanyak 104 Tank Leopard 2 dengan Indonesia. Negara tersebut juga akan mengirimkan 60 kendaraan militer ke Indonesia.



Dewan Keamanan Jerman memberikan izin kepada perusahaan pertahanan Rheinmetall untuk menjual peralatan perang tersebut.



Pemerintah Jerman mengungkapkan rincian perjanjian tersebut pekan lalu setelah anggota parlemen mengajukan penyelidikan resmi mengenai kesepakatan senjata.



Aktivis hak asasi manusia khawatir kesepakatan Tank Leopard 2 tersebut dapat digunakan dalam pertempuran di pemukiman sipil.





Dewan Keamanan Jerman yang terdiri dari Kanselir Angela Merkel dan anggota kabinet terpilih lainnya telah menyetujui beberapa kesepakatan kontroversial dalam beberapa tahun terakhir.



Dewan memberikan kesepakatan senjata dengan nilai 1,89 miliar euro dengan Qatar pada April lalu. "Qatar adalah mitra penting bagi Jerman dan Uni Eropa. Selain itu, mereka memiliki keamanan dan kepentingan pertahanan," ujar pernyataan pemerintah dilansir PressTV, Ahad (12/5).



Pada 27 Februari lalu, Menteri Pertahanan Jerman, Thomas Maiziere mengatakan pihaknya memiliki kesepakatan senjata dengan negara-negara Arab di Teluk Persia yang ditujukan untuk melindungi rezim Israel.



Jerman merupakan eksportir senjata ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Rusia.



Berdasarkan laporan yang diterbitkan Amnesti Internasional, persenjataan Jerman termasuk senjata kecil, amunisi, dan kendaraan militer dikerahkan secara besar-besaran ke Timur Tengah dan Arika Utara. (*/msn)





Like ? Tweet :
Join ? Follow :

Antara Bendera Aceh dan Macau



Oleh YUSWARDI A. SUUD (*


PADA penghujung April lalu, pesawat AirAsia yang membawa saya dari Kuala Lumpur mendarat di Macau Airport setelah menempuh perjalanan 3 jam 45 menit.


Macau adalah salah satu kota yang termasuk dalam wilayah Republik Rakyat Cina. Diserahterimakan dari Portugis ke Cina pada 20 Desember 1999, Macau menyandang status sebagai daerah otonomi khusus.


Sebelumnya, meski terletak di Cina, Makau dikuasai Portugis sejak 1887. Sejak itu, Macau diperintah oleh 21 gubernur. Dari jumlah itu 20 diantaranya orang Portugis.


Turun dari pesawat, dari kejauhan saya melihat dua bendera berkibar. Yang satu berwarna merah dihiasi bintang-bintang, satunya lagi berwarna hijau dengan gambar bunga lotus. Kedua bendera itu berkibar berdampingan. Yang berwarna merah adalah bendera Cina, sedangkan yang hijau merupakan bendera Macau.


Status otonomi khusus yang disandang Macau membuat daerah itu berhak memiliki bendera sendiri. Itu sebabnya, di sejumlah gedung-gedung pemerintahan atau di daerah-daerah stategis, kedua bendera itu dikibarkan berdampingan.


Begitu juga dengan undang-undang. Cina membuat undang-undang khusus untuk Macau. Jika ketika di bawah koloni Portugis undang-undang yang dipakai bernama Estatuto Organico de Macau, Setelah dikembalikan ke Cina, Macau punya undang-undang baru yang disebut The Basic Law of Macau Special Administrative Region of the People's Republic of China.


Status daerah otonomi khusus yang disandang Macau dinyatakan dalam Konstitusi Republik Rakyat Cina. Pasal 31 konstitusi itu menyebutkan Macau adalah daerah khusus yang dijamin undang-undang untuk menjalankan kebijakan satu negara dua sistem. Kebijakan ini diperkenalkan oleh Deng Xiaoping sejak 1980-an. 


Dia menyarankan hanya ada satu China, namun membiarkan daerah khusus seperti Hongkong, Macau, dan Taiwan menjalankan sistem ekonomi kapitalis dan sistem politik sendiri. Sedangkan provinsi lain di Cina menganut sistem ekonomi sosialis.


Hal lainnya: Cina tidak memungut pajak dari Macau atau membuat undang-undang yang berkaitan dengan pemerintahan Macau.


Macau kini berkembang menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Asia. Untuk mempromosikan daerahnya, di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Macau mendirikan kantor yang disebut "Kantor Pariwisata Pemerintah Macau."


Selain bendera, Makau juga punya mata asing sendiri seperti Hongkong, yang juga berstatus daerah otonom Cina. Nama mata uangnya Dollar Pataka.


Ketika saya ke Macau pada penghujung April lalu, ada tiga mata uang yang berlaku di sana: Dollar Pataka, Dollar Hongkong, dan Yuan yang merupakan mata uang China. Nilai kurs ketiga mata uang ini tidak jauh beda.


Itu sebabnya, kami akhirnya mengantongi tiga mata uang. Ketika berbelanja menggunakan mata uang Dollar Hongkong, tak jarang kembaliannya berupa Dolla Pataka. Begitu juga sebaliknya.


Status otonomi khusus yang disandang Macau itu mengingatkan saya pada Aceh. Setelah 30 tahun konflik bersenjata, Aceh menandatangani perjanjian damai dengan Pemerintah Indonesia di Helsinki pada 15 Agustus 2005. Perjanjian itu menyebutkan Aceh berhak mengatur dirinya sendiri kecuali dalam enam hal: urusan hubungan luar negeri, pertahanan luar, keamanan nasional, moneter dan fiskal, peradilan dan kebebasan beragama.


Perjanjian Helsinki lantas menjadi dasar pembuatan Undang-undang Pemerintahan Aceh yang mengatur apa saja kewenangan Aceh secara lebih detail.


Dalam prakteknya, harus diakui, dalam banyak hal pusat masih campur tangan terhadap Aceh. Bahkan, sejumlah aturan main tentang pelimpahan kewenangan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Aceh hingga hari ini belum selesai. Padahal, UUPA hampir berusia 10 tahun.


Saya mendarat di Macau bersamaan dengan memanaskan suhu politik Aceh dan Jakarta. Kita tahu, penyebabnya adalah soal bendera Aceh. Pemerintah pusat menganggap bendera yang telah disahkan oleh DPR Aceh itu berbau separatis karena pernah dipakai oleh Gerakan Aceh Merdeka.


Beda tafsir soal bendera ini boleh jadi lantaran MoU Helsinki maupun Undang-Undang Pemerintahan Aceh tidak mengatur secara detail bentuk bendera dan lambang Aceh. Namun, ada poin khusus yang menyebutkan "setiap kebijakan menyangkut Aceh harus dikonsultasikan dengan Pemerintah Aceh."


Yang disayangkan, muncul pula provokasi yang menyebutkan Aceh sedang merintis jalan menuju merdeka hanya gara-gara selembar bendera.


Di Macau, saya tak menemukan itu. Bendera Macau dan Cina malah dijadikan souvenir yang diincar oleh para turis, termasuk saya. Di bawah dua bendera yang dikibarkan berdampingan itu, Macau malah menikmati pertumbuhan ekonomi yang pesat. Gedung-gedung mewah seperti Hotel Venetian yang punya 3000 kamar, Hotel Grand Lisboa yang gemerlap saat malam tiba, atau Sands Macau yang merupakan cabang dari Las Vegas, berdiri megah dan diserbu ribuan turis saban harinya.


Di Macau, saya juga tak menemukan ada kecurigaan daerah otonomi itu ingin melepaskan diri dari Cina hanya gara-gara selembar bendera.


*Penulis adalah Pemimpin Redaksi Atjehpostcom/*Pandangan Pribadi




Like ? Tweet :
Join ? Follow :

Konspirasi Internasional di Balik OPM di Inggris (?)







Pembentukan kantor Papua Merdeka di Oxford Inggris adalah bukti keterlibatan internasional untuk memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia.





Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR (membidangi luar negeri) Ramadhan Pohan mengindikasikan hal itu. Ada konspirasi internasional di balik 'dukungan' terhadap gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) tersebut.





"Kita waspada, Papua kini sedang dimainkan Internasional. Jelas ada konspirasi di sana," katanya, Senin (6/5/2013), dilansir Inilahcom.





Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat tersebut menambahkan ada upaya-upaya pembentukan opini internasional yang dilakukan untuk mengangkat isu Papua merdeka.





Ramadhan menilai, pemerintah Inggris saat ini sedang bermain api dengan bangsa Indonesia.





"Ada upaya Internasionalisasi isu Papua yang tidak pada tempatnya. Inggris sedang bermain api, dan isu kantor OPM ini bola ujian" tuturnya.





Dia meminta pemerintah tidak memble. Harus ada sikap tegas dari pemerintah Indonesia.





"Jika reaksi kita lemah maka bola bisa lepas kontrol, jadi liar, bahaya tuh," pungkasnya.







Papua Merdeka membuka kantor perwakilan resmi mereka di Oxford, Inggris. Pembukaan kantor itu direstui langsung oleh Wali Kota Oxford Mohammed Abbasi dan anggota parlemen Andrew Smith serta mantan wali Kota Oxford, Elise Benjamin.





Keberpihakan Smith tersebut merupakan yang kesekian kalinya ditunjukkan kepada publik terhadap Papua Merdeka. Smith adalah pendiri sekaligus ketua forum Anggota Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP).





Kantor di Oxford tersebut, sebagaimana dirilis freewestpapua.org, diresmikan pada 28 April 2013 lalu. Disebutkan, keberadaan kantor itu akan semakin memperkuat upaya kampanye kemerdekaan Papua.





Sebab, dengan adanya kantor berarti akan bertambah pula staf yang bekerja di sana. Dari kantor inilah, mereka akan mengkoordinasikan gerakan dengan kantor pusat mereka di Port Moresby, Papua Nugini.





Dalam peresmian tersebut, Andrew Smith menyatakan komitmennya untuk mendukung gerakan Papua Merdeka. Wali Kota Oxford juga menyatakan hal serupa saat menggunting pita. 





Peresmian juga dihadiri oleh perwakilan dari Papua, Jennifer Robinson and Charles Foster dari International Lawyers for West Papua (ILWP), mahasiswa Oxford University, serta pendukung Papua Merdeka yang ada di Inggris dan Belanda.





(*/Inilah-Editorial)







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Profil Ulama: Siapa Abon Abdul Aziz Samalanga?







Tgk Abdul Aziz Bin M Shaleh, merupakan tokoh yang cukup berpengaruh bagi masyarakat Aceh. Salah satu perannya adalah, Dayah Ma�hadal Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) Samalanga, kabupaten Bireun, sehingga mencapai kemajuan yang amat pesat.





Kemajuan kini diteruskan oleh pengurus sesudah dayah beliau. Pimpinan MUDI Mesra yang baru mengembangkan pendidikan dayah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) tanpa meninggalkan pola pendidikan dayah yang kini memiliki santri sekitar 3.000-an.





Siapakah Beliau?





Abon Abdul Aziz Samalanga (2)Abon Samalanga merupakan salah seorang ulama kharismatik Aceh. Nama asli beliau Tgk. H. Abdul �Aziz bin M. Shaleh, beliau lebih dikenal dengan panggilan Abon �Aziz Samalanga atau Abon Mesjid Raya Samalanga. Beliau lahir di Desa Kandang Samalanga Kabupaten Aceh Utara (Kabupaten Bireuen sekarang) pada bulan Ramadhan tahun 1351 H/1930 M.





Abon diasuh dan dibesarkan di Jeunieb, ayahandanya pernah menjabat Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Jeunieb. Beliau juga salah seorang pendiri Dayah Darul �Atiq Jeunieb, sehingga Abon dari masa kecilnya sudah mulai belajar ilmu agama di dayah tersebut semasa tinggal di Jeunieb.





Ketika usia Abon telah matang, Abon menikahi seorang gadis di desa Mideun Jok Samalanga yang merupakan putri gurunya sendiri yang merupakan pimpinan Dayah Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Dayah Ma�hadal Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) Samalanga pada waktu itu sehingga Abon dikaruniai 4 anak, yaitu Alm. Hj. suaibah, hj shalihah, Tgk H Thaillah dan Hj Masyitah.





Abon memulai belajar pada pendidikan formal pada tahun 1937, Abon memasuki sekolah Rakyat (SR) dan menamatkan pendidikan dasarnya pada tahun 1944. Dari tahun 1944 beliau belajar pada orang tuanya selama 2 tahun, kemudian pada tahun 1946 beliau pindah belajar ke Dayah LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga yang pada waktu itu dipimpin oleh Tgk Haji Hanafiah (Tengku Abi) lebih kurang selama 2 tahun.





Pada tahun 1948 Abon melanjutkan pendidikannya ke salah satu dayah yang dipimpin oleh Teungku Ben (Teungku Tanjongan) di Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Di dayah ini Abon belajar pada tengku Idris Tanjongan sampa dengan tahun 1949 dan pada tahun tersebut beliau kembali ke Dayah LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga untuk mengabdikan diri menjadi guru di dayah tersebut.





Mengabdi untuk Dayah





Setelah beliau mengabdi menjadi guru beberapa tahun, pada tahun 1951 Abon melanjutkan pendidikan ke Dayah Darussalam Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan yang dipimpin oleh Alm. Teungku Syeikh Muhammad Wali Al-Khalidi yang lebih dikenal dengan panggilan Abuya Mudawali. Abon belajar di Dayah Darussalam lebih kurang selama tujuh tahun.





Selama di Darsusalam beliau belajar dengan tekun, pernah di ceritakan oleh Tgk. Muhammad Amin Tanjongan yang merupakan murid Abon yang juga belajar di Labuhan Haji, bahwa pada saat muthala`ah beliau membuka segala kitab yang berkenaan dengan pelajaran yang sedang beliau pelajari, sehingga kamar beliau terlihat berserakan dengan kitab.





Pada tahun 1958 Abon kembali lagi ke Dayah LPI MUDI Mesjid Raya samalanga untuk mengembangkan ilmunya. Pada tahun tersebut pimpinan Dayah LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga meninggal dunia, sehingga Abon diangkat menjadi pimpinan dayah tersebut. Semenjak dayah LPI MUDI Mesjid Raya berada di bawah kepemimpinannya, banyak perubahan terjadi, terutama menyangkut tentang kurikulum pendidikan yang semula tidak terlalu fokus pada ilmu-ilmu alat (bantu) seperti ilmu manthiq, ushul al-fiqh, bayan, ma�ani, dan lain-lain. Keahlian Abon yang sangat menonjol adalah dalam bidang ilmu manthiq sehingga Abon digelar dengan al-Manthiqi.





Abon sangat disiplin dan memiliki semangat luar biasa dalam mengajar, sehingga dalam keadaan beliau sakit pun beliau tetap antusias mengajar. Maka tidak heran jika dalam nasehatnya, beliau selalu mengamanatkan kepada murid-muridnya untuk selalu belajar-mengajar (beut-seumubeut). Dalam pengajarannya, Abon sangat membenci faham Wahabiyyah sehingga beliau tidak pernah bosan dalam mengurai kesesatan faham tersebut. Bahkan hampir setiap hari Abon menyinggung tentang kesesatan faham tersebut.





Kemajuan Pesat





Pada masa kepemimpinan Abon, kemajuan dayah MUDI Mesra semakin meningkat pesat, Jumlah santri dari jumlah ratusan menjadi ribuan, bangunan fisik dayah pun juga berkembang sesuai dengan perkembangan zaman yang terus maju. Selain dari aktifitas Abon di dayah, Abon juga membuka pengajian mingguan di Jeunieb yang dikenal dengan Balee Hameh, karena pengajian diadakan seminggu sekali pada hari Kamis.





Disamping aktifitas dakwah melalui majelis pengajian, Abon juga ikut dalam pembangunan fisik, seperti membangun jalan menuju perkebunan di Desa Gle Mendong Samalanga, dan menggarap sawah yang telah terlantar bertahun-tahun. Bersama-sama dengan murid-muridnya serta dibantu oleh masyarakat sekitar, Abon menata kembali perkebunan dan persawahan telantar, semua beliau lakukan demi hidupnya perekonomian masyarakat.





Dalam dunia perpolitikan, Abon pernah memberi dukungan kepada partai PERTI. Abon memilih partai tersebut karena partai ini berlatarbelakang faham ahlussunnah waljama�ah.





Ada satu pesan yang sangat sering diamanahkan kepada murid-muridnya yaitu belajar-mengajar (beut-seumubeut), di mana pun dan dalam kondisi bagaimana pun sepulang dari dayah nantinya, walau hanya bermodal sebuah balai di depan rumah dan hanya mampu mengajarkan cara membaca al-quran saja.





Pesan tersebut telah menjadi doktrin yang menjiwai pemikiran murid-murid beliau. Kiranya inilah misi utama beliau yang sekarang telah nyata hasilnya. Terbukti dari banyak dayah dan balai pengajian di sebagian besar wilayah Aceh, merupakan lembaga yang dipimpin oleh alumni Dayah LPI MUDI Mesjid Raya. Dari seluruh murid Syeikh Abuya Muda Waly al-Khalidy, Abon Abdul Aziz merupakan ulama yang paling banyak melahirkan penerus. Beliau berhasil mendidik kader ulama melebihi dari murid-murid Abuya yang lain.





Selain pesan untuk selalu beut-seumebeut (belajar mengajar) dalam hal mencari nafakah Abon juga selalu menekankan murid-murid beliau supaya bekerja dan memiliki usaha jangan hanya berpangku tangan mengharap bantuan dan sedekah orang lain yang Abon istilah dengan kata beliau �leubee lam aree�.





Firasat Tajam Abon





Selain itu, Abon juga memiliki firasat yang tajam dan kuat. Ini merupakan salah satu karamah beliau. Beberapa perkataan beliau terbukti kebenarannya. Beberapa kisah ketajaman firasat Abon yang kami dengar antara lain:





Diceritakan oleh Abu Mudi, pada suatu hari datang dua santri baru di dayah Mudi. Pada saat menghadap Abon, salah seorang dari santri baru tersebut dipandang oleh Abon dengan cukup lama, setelah ke dua santri tersebut keluar, Abu Mudi yang menyaksikan hal tersebut bertanya kepada Abon, mengapa Abon berlaku demikian, Abon menjawab �Esok hari ia akan pergi meninggalkan dayah�. Abu Mudi pun bertanya :





�Bagaimana dengan santri yang satu lagi?� Abon menjawab bahwa ia akan bertahan di dayah selama beberapa saat. Esok harinya hal ini terbukti, santri yang dipandang oleh Abon tersebut langsung hengkang dari dayah, sedangkan yang satu lagi tetap bertahan sampai beberapa tahun.





Abon pernah ditanyakan oleh salah satu murid mengapa Abon tidak membentuk ikatan alumni sebagaimana dilakukan oleh Abu Tepin Raya pada Dayah beliau, Darus Sa`adah. Abon menjawab: itu tidak perlu saya pikirkan, suatu saat akan dipikirkan oleh mereka sendiri. Hal ini tersebukti , saat ini alumni Mudi telah memiliki satu ikatan organisasi yang tergabung dalam Yayasan al-Aziziyah.





Abu Mudi menceritakan, Pada awalnya waled Nu (Tgk.Nuruz Zahri, pimpinan pesantren Nurul Aiman, Samalanga) hanya mendirikan panti asuhan bukan sebuah dayah. pada suatu ketika Abon mengatakan kepada bahwa� nyak Nu (waled Nu) suatu saat akan mendirikan Dayah. Hal ini terbukti bahwa sekarang ini panti asuhan yang dikelola Waled Nu telah berkembang menjadi satu dayah yang besar yang terletak tidak jauh dari Dayah Mudi Mesra.





Dalam hal mendidik muridnya, Abon juga mencoba mental murid-murid beliau. Hal ini semua bertujuan untuk tazkiyah hati murid. Seperti yang oleh Abu Mudi, pada suatu hari Abu Mudi sudah siap dengan pakaian yang rapi ingin menuju ke pasar Samalanga, tiba-tiba beliau dipanggil oleh Abon, setelah sampai didepan Abon, beliau mengajak Abu Mudi menuju kesawah tanpa menunggu Abu Mudi mengganti pakain. Akhirnya Abu Mudi ikut bersama Abon menuju sawah dengan pakaian yang rapi. 





Sampai disawah, Abon menyuruh kepada Abu Mudi untuk memperbaiki pematang sawah. Abu Mudi segera melakukannya, sedangkan Abon memperhatikan bagaimana pekerjaan Abu Mudi. Setelah selesai barulah Abon mengatakan bahwa hasil kerja Abu Mudi salah, sehingga Abu Mudi harus memulainya dari pertama lagi. Rupanya Abon sengaja tidak menegur kesalahan Abu Mudi dari awal Karena ingin menguji Abu Mudi. 




Wafat





Abon berpulang ke hadharat-Nya pada tanggal 9 Jumadil Akhir 1409/17 Januari 1989 dalam usia 58. Beliau dikebumikan di Samalanga, di komplek putra Dayah LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga Kabuapten Bireuen. Semoga Allah memberi pengampunan kepada beliau, menempatkan beliau dalam satu kebun daripada kebun syurga sesuai dengan amal baik yang telah beliau lakukan. Amiin!





Tepat pada tanggal 20 April 2013, seluruh murid-murid dan pecinta Abon akan memperingati Haul dengan acara doa bersama untuk almarhum Abon serta acara mubahatsah ulama dan seminar . Semoga Allah memberikan kepada kita semua semangat Abon sehingga mampu melanjutkan perjuangan beliau dalam mepertahankan aqidah Ahlus sunnah wal jamaah.



(Buku profil ringkas Dayah MUDI Mesjid Raya, Samalanga / Al-Aziziyah)







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Makam Sahabat Nabi Dibongkar

Al Azhar Kutuk Pembongkaran Makam Sahabat Hujr bin Adi di Suriah


Ulama Al Azhar mengutuk pembongkaran makam salah seorang sahabat Nabi, Hujr bin Adi di Suriah.


Syaikh Manshur Mandur, dalam wawancaranya dengan TV Al Alam, Sabtu (4/5) mengatakan, �Selamanya posisi Al Azhar jelas dan menghormati seluruh Muslim. Sahabat Nabi Shallallahu �Alaihi wa Sallam memiliki kedudukan khusus di dalam Al Quran.�


Ditambahkannya, �Al Azhar mengutuk penistaan dan perlakuan tidak hormat terhadap jasad-jasad orang yang sudah meninggal khususnya sahabat besar Nabi Shallallahu �Alaihi wa Sallam. Pasalnya mereka memiliki derajat yang tinggi, dan Al Azhar juga menentang sikap-sikap seperti ini. Itu perbuatan haram, terlebih jika dilakukan terhadap makam sahabat Nabi Saw, Hujr bin Adi yang pernah bertemu dengan Nabi Muhammad Shallallahu �Alaihi wa Sallam dan yang kedudukan tingginya jelas bagi siapapun.�


Menurut Syaikh Mandur, Pusat Riset Islam yang berada di bawah pengawasan Al Azhar juga akan mengumumkan sikap resmi Al Azhar menanggapi serangan dan penistaan itu dalam rapat pertamanya.


Kamis lalu, sejumlah orang menyerang makam Hujr bin Adi di Rif, Damaskus. Jasad sahabat Nabi Shallallahu �Alaihi wa Sallam yang menurut keterangan beberapa situs berita masih utuh seperti awalnya itu dipindahkan ke tempat tak diketahui.


Saling Tuduh


Pihak Basyar Al Assad menuduh kelompok-kelompok Mujahidin yang melakukan pembongkaran makam tersebut. 


Namun, kelompok Mujahidin menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa rezim Syiah Basyar lah yang melakukan pembongkaran makan untuk mendiskreditkan para Mujahidin sebagaimana yang mereka lakukan atas kasus pembunuhan Syaikh Muhammad Sa�id Ramadhan Al Buthi.


Hujr bin Adi adalah salah seorang shahabat Nabi Muhammad Shallallahu �Alaihi wa Sallam yang ikut dalam Perang Al Qadisiyah di masa Khalifah Umar bin Khatthab dan berhasil menaklukkan daerah Maraj Al� Adzra, daerah Persia. | fimadani




Like ? Tweet :
Join ? Follow :

Mengerikan! Puluhan Buruh diperlakukan seperti Budak di Tangerang




FOTO: Buruh Korban "Perbudakan" di Tangerang
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO





Puluhan buruh sebuah pabrik pengolahan alumunium di Desa Lebak Wangi, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi korban penganiayaan dan eksploitasi selama berbulan-bulan. Mereka tidak hanya disekap dalam ruang pengap yang tidak layak, tetapi juga dipekerjakan layaknya budak.





Puluhan buruh pabrik kuali telah berbulan-bulan dipaksa bekerja dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Awalnya mereka diiming-imingi akan digaji Rp700 ribu per bulan, diberi tempat tinggal, dan makan.





Kenyataanya, setiap hari, seluruh buruh dipaksa bekerja dari pukul 06:00 hingga 00:00. Mereka tanpa diberi makan maupun tempat tidur yang layak. Bahkan untuk mandi mereka terpaksa menggunakan sabun colek.





Selama berbulan-bulan, mereka hanya mengenal hidup dalam kompleks pabrik itu seluas sekitar 50 x 40 meter persegi. Kondisi ruang tidur buruh ini tak bisa disebut memadai. Tidak ada kasur, hanya alas tikar di beberapa lantai, ada dinding kamar yang jebol, serta udaranya lembab.




"Para buruh ditemukan pertama dalam kondisi kumal, robek bajunya, ada yang telanjang dada. Pakaian itu sudah melekat selama berbulan-bulan. Mereka tidak bisa mengganti karena dilucuti, HP dan dompetnya juga, bahkan ada enam buruh yang sedang disekap," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Tangerang Ajun Komisaris Besar Shinto Silitonga, Sabtu (4/5/2013) siang.





Kasus perbudakan ini akhirnya bisa dibongkar setelah laporan dari buruh yang berhasil kabur.





Diduga Dibekingi Oknum Brimob





Kasus perbudakan dan penyiksaan di pabrik pengolahan alumunium tersebut diduga melibatkan oknum aparat Brimob. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu korban bernama Arifudin (21).





"Waktu saya mau pulang kan enggak boleh sama bosnya. Dia bilang, kamu mau saya panggilin Brimob, biar ditembak kaki kamu kalau kabur," ujarnya kepada Kompas.com di halaman Polres Kota Tangerang.





Ancaman tersebut, ujar Arifudin, dikatakan oleh sang pemilik pabrik pembuatan kuali aluminium tersebut, yakni bernama Yuki Irawan (41).





Menurut Arifudin, dia sempat melihat oknum Brimob yang dimaksud sang bos. Sebab oknum Brimob yang berjumlah dua orang tersebut beberapa kali diketahui mendatangi pabrik rumahan tersebut.





"Namanya Nurjaman sama Agus. Dia datang pakai seragam lengkap sama pistolnya di samping, tapi sama kita enggak bilang apa-apa," ujarnya.





Arifudin adalah salah satu dari 34 orang yang menjadi korban penyiksaan oleh seorang bos dan lima orang mandor di pabrik itu.





Arifudin datang ke pabrik tersebut pada pertengahan bulan Februari 2013 lalu karena diajak kenalan saudaranya. Ia pun berangkat sekitar dua minggu setelahnya.





Nahas, sejak saat itu, ia kerap mendapat perlakuan yang tidak layak. Beberapa hal yang dikatakan tak layak yakni mereka digaji rendah, serta tempat tinggalnya tak layak dengan kondisi lembab dan kotor.





Selain itu, para buruh tersebut juga kerap dipukuli jika tidak sesuai dengan keinginan sang bos, hingga tidak boleh keluar dari kawasan pabrik.





Tak Ganti Pakaian Berbulan-bulan




Berbulan-bulan bahkan ada yang lebih dari satu tahun bekerja di tempat usaha yang tak memanusiakan, para buruh pabrik kuali di Kampung Bayur Opak, Cadas, Tigaraksa, Tangerang, Banten mengalami trauma.



"Saat ini di Polresta Tigaraksa para korban tidak memiliki pakaian ganti, makanan, dan uang untuk bekal," ujar Kepala Divisi Advokasi dan HAM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani.







FOTO: Buruh Korban "Perbudakan" di Tangerang
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO




Kasus 'perbudakan' ini dibongkar setelah dua orang buruh tempat usaha tersebut yang berasal dari Lampung melarikan diri. Keluarga yang mendengar cerita keduanya, langsung melapor ke polisi dan Komnas HAM. Koordinasi lintas-instansi dan lintas-organisasi dilakukan, penggerebekan ke pabrik pun berlangsung Jumat (3/5/2013) siang. Kondisi mengenaskan dan tak manusiawi ditemukan di sana.



Aktivis Kontras Syamsul Munir mengatakan dua buruh yang kabur dan menjadi awal pengungkap kasus ini menuturkan selama bekerja di sana mereka tak berganti baju selama tiga bulan. Kondisi itu dialami semua buruh di tempat itu.




Sebanyak 34 buruh berhasil dibebaskan dan lima orang tersangka berhasil dibekuk, yakni TS (35), YI (41), SM (34), S (31), dan N alias U (25). Saat ini para buruh mendapat pendampingan dari Komisi Nasional untuk Orang Hilang (KontraS).



(*/kompas)







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Siapakah Teroris? Kritisi Kebingungan Berfikir Warga AS







�Saya tidak punya teman sahabat Amerika , saya juga tidak mengerti mereka.� kata Tamarlan Tsarnaev . Tamarlan tewas terbunuh dalam penangkapan oleh polisi AS, dan ia meninggalkan Dzhokar adiknya yang terluka di rumah sakit penjara berlapis baja. Keduanya disebut oleh AS sebagai Teroris.





Umumnya terorisme mengacu pada tindak kekerasan untuk menciptakan ketakutan (teror), yang dilakukan untuk tujuan agama, politik atau, ideologis, dan sengaja menargetkan atau mengabaikan keselamatan warga sipil.





Sosok terorisme bisa dilakukan oleh seseorang, organisasi atau negara dengan kekuatan atau mengambil tindakan yang akan menanamkan rasa takut pada orang lain atau kelompok lain atau Negara lain. Namun bisa jadi, Seseorang dianggap teroris di sini, tapi dilain sisi ia adalah pejuang kemerdekaan buat negerinya.





Meninjau istilah Terorisme , ada beberapa pertanyaan yang tajam:





�Siapakah yang menentukan ada atau tidak adanya tindakan teroris ? �





�Mengapa AS ragu-ragu untuk membuat definisi terorisme? �





�Apakah karena alasan definisi itu ternyata akan mendakwa Amerika Serikat sebagai negara teroris? �





Profesor William Odom, mantan direktur NSA di zaman Presiden Reagan menulis: �Pemerintahan Amerika Serikat sendiri memiliki sejarah panjang dalam mendukung teroris dan AS juga menggunakan taktik teroris, slogan perang saat ini melawan terorisme hanya membuat Amerika Serikat terlihat munafik ke seluruh dunia. �





Alex Seitz-Wald, mengatakan , kedua anak muda tersangka bom Boston mereka sebut sebagai terorisme Chechnya, tapi sejujurnya Chechnya kurang akrab bagi kebanyakan orang Amerika daripada pejuang dari Timur Tengah atau Afghanistan dan Pakistan. Tapi 'separatis' Chechnya telah berjuang dalam perang yang panjang dan berdarah melawan Rusia dalam perang kemerdekaan dari Moskow. � Siapa yang menjadi teroris dalam perang tersebut?





Saya baru saja selesai membaca cerita tentang puluhan pemuda Palestina, berusia antara 6 hingga 18 tahun telah ditangkap oleh polisi Israel.





Mereka dituduh teroris hanya karena melemparkan batu ke kendaraan lapis baja Israel, anak-anak ditempatkan di sel isolasi, diberikan sengatan listrik, kepala mereka dipukul ke dinding dan tentara Israel menendang mereka sampai pingsan. 





Sebelum mereka dibebaskan, mereka diberitahu untuk tidak membahas apapun selama penangkapan atau apa hukuman yang mereka alami kepada siapa pun atau mereka atau keluarga mereka akan membayar harga yang lebih menderita. Anak-anak muda Palestina, walau tidak melakukan kesalahan apa pun, telah menjadi korban dari pasukan Israel . 





Pertanyaannya siapa yang menjadi teroris dan siapa yang menjadi korbannya?



(analisa/eramuslim)







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Friends

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. test - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger