Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label Muallaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muallaf. Tampilkan semua postingan

Martin Thomson: �Jika Jesus adalah Tuhan, pada Siapa dahulu ia Berdoa?...�



Pemilik nama kecil Martin Thomson ini dikenal sebagai pengacara terkemuka di Inggris. Ia juga mengetuai Wynne Chambers, badan hukum Islam yang didirikannya pada 1994.


Berislam 38 tahun lalu, Thomson meyakini cara terbaik mengamalkan ajaran Islam adalah memahami dan meneladani sumbernya, yakni Alquran dan Sunah Rasulullah SAW. 


�Seperti pepatah yang mengatakan bahwa semakin dekat kita pada sumber mata air, semakin murni air yang kita minum,� ujar pria kelahiran Afrika ini.


Dilahirkan di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Thomson menempuh pendidikan dasar serta menengahnya di Rhodesia Selatan (sekarang Zimbabwe). Masa awal hidupnya, ia lalui di daerah-daerah terpencil Afrika yang kala itu belum tersentuh peradaban modern, seperti listrik, gas, dan saluran air bersih.


Lahir dan besar di Afrika, Thomson muda merasa tidak puas pada ajaran Kristen. Ia mulai mempertanyakan banyak hal seperti, �Jika setiap manusia itu sama di hadapan Tuhan, lalu mengapa kaum Afrika kulit putih seperti dia harus beribadah di gereja yang berbeda dengan kaum kulit hitam?�


Pertanyaan lain yang kerap mengganggunya sebagai pemeluk Kristen adalah soal ketuhanan Yesus. 


�Jika Yesus adalah Tuhan, kepada siapa dahulu ia berdoa? Jika Yesus adalah Tuhan dan disalib, lalu siapa yang menghidupi surga dan dunia? Pertanyaan itu tak pernah terjawab selama aku memeluk ajaran Kristen,� ujar lulusan Exeter University, Inggris, ini.


Ketika berusia 12 tahun, Thomson sampai pada satu titik di mana ia memercayai Tuhan dan Yesus. �Hanya saja, aku tidak yakin pada gereja.� Terhenti pada berbagai pertanyaan itu, Thomson mulai membaca apa pun dan memikirkan kehidupan yang dijalaninya sejauh itu. Ia mengunjungi berbagai kelompok spiritual dan mencoba meditasi selama beberapa bulan. 


�Itu menenangkan, tapi sama sekali tak mengubah gaya hidupku.�


Hingga akhirnya, Thomson bertemu Syekh Abdalqadir as-Sufi (tokoh tarbiyah, penggagas Gerakan Dunia �Murabitun�). Pertemuan itu menjadi awal perkenalannya dengan Islam, agama yang tak pernah terpikirkan oleh Thomson sebelumnya.




Saat berbicara dengan Syekh Abdalqadir dan mendengarkan berbagai hal yang disampaikannya, Thomson merasa telah menemukan jalan menuju transformasi yang ia butuhkan. 


�Sejak itu, perlahan aku menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang memenuhi otakku,� katanya. 


Thomson pun rutin mengunjungi pusat kajian Islam Syekh Abdalqadir. Ia juga membaca The Book of Stranger yang ditulis Sang Syekh.


Thomson mantap mengakhiri pencariannya pada 13 Agustus 1973. Ia pun mengikrarkan syahadat dan berhaji empat tahun kemudian. Dan mengubah namanya menjadi Ahmad Thomson.


Sepulang haji, ia menyelesaikan pelatihannya sebagai pengacara. Lalu, pada 26 Juli 1979, ia dipanggil ke Pengadilan England & Wales dan mulai meniti karier di bidang advokasi dan hukum Islam.


1 1Thomson pertama kali memperoleh perhatian publik pada 2001, saat tampil dalam sebuah film dokumenter berjudul My Name is Ahmed yang menyabet sebuah penghargaan. Ia pun tampil di film dokumenter lainnya, Prince Naseem�s Guide to Islam. Kedua film itu ditayangkan di BBC2 pada Agustus 2001. Setelah itu, wajahnya kerap mewarnai layar kaca dalam berbagai program, terutama program-program Islam.


Kini, hari-harinya diisi dengan aneka kegiatan keislaman, mulai dari memberikan ceramah rutin tentang Islam di berbagai wilayah di Inggris, menulis untuk Jurnal al-Kala, sampai menjadi kontributor tetap dalam konferensi lintas agama yang digelar setiap tahun di Masjid Regents Park dan Pusat Kebudayaan.


Beberapa buku karyanya yang cukup menggemparkan dan sangat sulit dicari terjemahannya , buku yang membongkar apa dan bagaimana konspirasi Yahudi di dunia ini yang berjudul , yaitu Dajjal the Anti Christ.




Like ? Tweet :
Join ? Follow :

�23 tahun menolak Islam, Akhirnya Ayahku wafat sebagai Muslim�



 




Abdur Rahim Green seorang mualaf menjelaskan bagaimana hari-hari terakhir ayahnya di rumah sakit sebelum dia akhirnya meninggal dunia.





Green adalah mantan Direktur Barclays Bank di Kairo, dan putranya Abdur Rahim Green menemukan Islam lebih dari 20 tahun yang lalu, dan saat ini menjadi tokoh terkenal di kalangan sarjana Muslim dan pengkhotbah di Inggris.





Sebelumnya Abdur Rahim berpikir bahwa ayahnya tidak akan pernah menjadi muslim, namun kehendak Allah berkata lain, ayahnya Green akhirnya masuk Islam hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal.





Mengutip sebuah hadits Nabi yang berbunyi: "Semoga wajahnya digosok dalam debu (semoga dia menjadi terhina) serta masuk neraka orang yang salah satu orangtuanya sudah mencapai usia tua namun dia tidak melayani mereka."





Abdul Rahim Green kemudian mengatakan "Itulah mengapa saya memutuskan untuk meluangkan waktu saya di sini dengan ibu saya setelah kematian ayah saya.





Kematian ayah saya adalah sesuatu yang membuat saya sangat bahagia, dan merupakan kisah luar biasa tentang bagaimana hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal, ia diberkati untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat.





Allah SWT hanya menyuruh kita untuk berdakwah dan kita tidak bisa mengubah siapa pun untuk berubah menjadi Islam kecuali dengan izin Allah. Tugas kita adalah untuk menyampaikan dakwah, untuk menjelaskan kepada orang dengan cara terbaik yang kita bisa, hidayah hanya ada di tangan Allah SWT.





Saya tidak pernah berpikir bahwa ayah saya mengucapkan kalimat Syahadah. Ayah saya adalah seorang ayah yang luar biasa, dia memiliki kepribadian yang luar biasa dan tidak ada yang bisa menggambarkan dia sebagai orang yang buruk.





Selama 23 tahun, sejak saya menjadi seorang Muslim, saya telah mengajak ayah saya untuk masuk Islam. Dan saya memutuskan untuk memberikan contoh terbaik saya yang mungkin bisa menggambarkan Islam sebenarnya, tentang bagaimana Islam memandang hidup, tentang bagaimana Islam mengajarkan saya untuk menghormati dia sebagai orangtua.



Tapi saya berpikir bahwa ayah saya berpikiran sangat tertutup terhadap Islam, jadi saya tidak pernah berharap penuh bahwa ia akan menjadi seorang Muslim.





Ayah saya telah sakit selama beberapa tahun, dan ibu saya berpikir bahwa ia tidak akan sembuh dari sakitnya. Sebagaimana yang terjadi, beberapa minggu ketika saya kembali dari Inggris, saya tiba di rumah sakit dan langusng pergi menemui ayah saya. Saya menatapnya dan saya berpikir bahwa ia bisa mati malam ini. Jadi, saya berpikir, jika saya tidak mengatakan sesuatu tentang Islam, saya tidak akan memaafkan diri saya sendiri.





Saya tahu bahwa saya mencoba mengajaknya masuk Islam melalui banyak cara. Tapi saya berpikir bahwa saya harus membuat upaya terakhir.





Saya telah menghabiskan waktu yang lama memikirkan apa yang bisa saya katakan. Bagaimana saya bisa mengatakannya? Apa cara yang tepat untuk mendekatinya? Dia sudah sangat sakit, jadi saya tidak ingin membuat dia kesusahan, saya tidak ingin membuat dia menjadi lebih marah.





Sejujurnya saya takut bahwa ia mungkin mengatakan "Tidak," dan menolak ajakan saya. Dan saya bahkan khawatir bahwa jika ia memang mengatakan Syahadat namun tidak masuk ke dalam Islam, kemudian ia sembuh dan pulang ke rumah dan menjadi lebih arogan tentang Islam, hal itu lebih menakutkan saya.





Ini benar-benar hal yang sulit. Setiap mualaf yang memiliki orang tua yang belum muslim, mereka pasti mengalami dilema ini seperti yang saya alami. Namun jangan pernah meremehkan kekuatan dari doa, karena itu maka ketika saya bingung, saya meminta Allah untuk membantu saya menemukan sesuatu untuk dikatakan kepada ayah saya.





Saat ia berbaring di tempat tidur, saya berkata kepadanya:



"Ayah! Saya punya sesuatu yang sangat penting untuk saya beritahukan kepada ayah, apakah ayah mau mendengarkannya? Ayah saya tidak bisa benar-benar berbicara dengan baik, jadi dia mengangguk. Lalu saya berkata: Saya punya sesuatu untuk dikatakan, jika saya tidak mengatakannya, saya akan menyesalinya.







Dan kemudian saya mengatakan kepadanya bahwa "di hari kiamat, seorang pria akan datang di depan Allah dengan banyak perbuatan dosa serta kemaksiatan, dan Allah akan berkata kepadanya, Anda memiliki sesuatu yang melampaui semua itu. "



Dan orang itu akan berkata, "Apa itu Tuhanku?" Allah berfirman 'Sebuah pernyataan tertulis yang bisa Anda buat: Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya."





Saya berkata, "Jadi ayah, ini adalah kunci surga, ini adalah kunci sukses dalam kehidupan yang akan datang, bagaimana menurut ayah?"





Dan ia menganggukkan kepalanya.





Saya berkata "Apakah itu berarti Anda ingin mengatakan kata-kata tersebut?"





Dan ayah saya berkata "Ya."





Dia menginkuti kata-kata yang saya ucapkan, "Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah Rasulullah."





Saya harus meninggalkan rumah sakit pada hari itu, karena rumah sakit memiliki beberapa aturan ketat. Saya mengunjunginya pada hari berikutnya, dan dia sudah tidak ingat apa-apa. Dia tidak mampu mengingat satu hal dari sehari ke hari yang lain, bahkan dari jam ke jam yang lain, tapi itu bukan akhir semua itu.





Tiga atau empat hari sebelum ia meninggal, ayah saya berkata: Tolong, tolong bantu saya.





Saya berkata, "Ayah apa yang kau ingin saya lakukan?"





Dia mengatakan "Saya tidak tahu!"





Lalu ia berkata, "Beri saya sesuatu yang mudah untuk dilakukan."





Saya teringat hadits Nabi: "Ada sesuatu yang ringan di lidah, namun berat di sisi timbangan" Jadi, saya berkata "Ayah jika saya adalah ayah, saya akan terus mengulangi kalimat syahadat berulang-ulang."





Dan dia berkata, "Ya, itulah yang ingin saya lakukan."





Dan kami menghabiskan setengah jam mengulang-ulang kalimat Syahadah itu.





Tidak beberapa lama kemudian, saya berangkat ke Inggris, dan di sana saya mendengar kabar bahwa ayah saya telah meninggal dunia. Subhanallah...







Like ? Tweet :










Join ? Follow :













Satu Keluarga Masuk Islam di Aceh




hidayatullah





Tertarik dengan ajaran Islam, satu keluarga Katholik di Dusun Sigarap Desa Sikoran Danau Paris memutuskan masuk Islam. Teungku Jamaluddin, Da�i perbatasan di desa Napagaluh Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil mengatakan telah mensyahadatkan satu keluarga Katholik hari Sabtu.





Menurut keterangan Teungku Jamaluddin, kesan dan alasan mereka sehingga memutuskan untuk masuk Islam disebabkan karena mereka melihat adanya keseragaman umat Islam dalam beribadah terutama ketika datang ke masjid semua berbusana yang sama dengan memakai mukena putih sehingga tidak menghilangkan perbedaan antara kaya miskin.





�Islam juga melarang kita menampakkan aurat kepada orang lain,� ujar Jamaluddin Sabtu, (27/04/2013) kemarin.





Kelima muallaf ini adalah; Tias Mida Br Sitorus (orang tua), Rika Maria Br Malau (Anak Perempuan), Reno Josep Malau (Anak Laki-laki), Romiana Maria Br Malau (Anak Perempuan) dan Rikki Neysyen Josep Malau.





Menurut keterangan muallaf kepada Teungku Jamaluddin, alasan lain memutuskan masuk Islam adalah karena mereka terkesan dengan agama Islam melalui ajaranya yang sangat selektif dalam memilih makanan yang bersih dan kesucian lain. Hal ini, menurutnya membuat banyak umat Islam yang �bercahaya� wajahnya. Apalagi saat melakukan ibadah sebelumnya mereka diperintahkan untuk bersuci.





Dan yang paling mereka suka dan tertarik ketika melihat umat Islam datang ke masjid untuk beribadah, mereka diwajibkan untuk membuka sepatu dan sandal agar bisa masuk ke Masjid karena mereka sangat menyadari bahwa Masjid itu adalah rumah Allah (rumah tuhan) yang wajib dijaga kesuciannya.





Sementara itu, di daerah dekat masjid tempat Teungku Jamaluddin bertugas untuk dilakukan pembinaan intensif dalam mengajari dasar-dasar agama Islam.





Sebelumnya, Teungku Jamaluddin dan kawan-kawannya juga sudah mensyahadatkan banyak pemuda Katolik dan saat ini mereka dibawa ke lembaga pendidikan dayah di beberapa dayah di Aceh untuk mendapatkan pendidikan Islam yang intensif. Salah satu dayah yang menampung muallaf ini adalah Dayah Mahyal Ulum di Kecamatan Sibreh Aceh Besar.





Perhatian pemerintah kurang





Meski kebutuhan pembinaan muallaf di Aceh cukup besar, menurut Jamaluddin, hingga saat ini mereka kekurangan bantuan biaya pendidikan mereka. Karena itu Jamaludin mengharapkan perhatian pemerintah khususnya instasi yang menangani santunan dan bantuan para muallaf yang baru masuk Islam seperti Baitul Maal dan juga masyarakat Muslim lainnya yang memiliki kemampuan.





Menurut Teungku Jamaluddin, keluarga ini merupakan kurang mampu dan juga mereka anak yatim yang sudah di tinggalkan ayahnya 5 tahun yang lau. Mereka mempunyai keinginan dan kesungguhan untuk mempelajari Islam. Mereka memiliki enam bersaudara, sedangkan dua anggota keluarga lagi masih berada di Kabanjahe dan Dolok Sanggul Sumatera Utara yang isyaAllah kedua orang ini akan menyusul masuk Islam kata Ibunya seperti yang dituturkan oleh Teungku Jamaluddin.





Setelah mengaku mensyahadatkan satu keluarga ini, Jamaluddin yang juga da�i perbatasan yang telah dikirim oleh Dinas Syari�at Islam Prov. Aceh ini saat ini sedang berupaya mencari rumah kontrakan untuk keluarga mualaf tersebut. Siapa mau bantu?.*



(Hidayatullah/Teuku Zulkhairi, Aceh)







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Tebus Kesalahan, Arnoud Buat Film Nabi Muhammad


'Hapus Kesalahan', Eks Penghina Islam Bikin Film Nabi Muhammad





Mantan politisi Partai untuk Kebebasan PVV Belanda yang ikut membuat film hina Islam, "Fitna", Arnoud Van Doorn mengungkap rencananya untuk memproduksi film internasional tentang Nabi Muhammad dan Islam. Untuk "membayar" kerugian yang ia akibatkan sebelumnya.





"Aku akan memperbaiki kesalahan yang pernah aku lakukan pada Islam dan Rasulullah dalam film 'Fitna'," kata Arnoud yang menjadi mualaf bulan lalu dalam wawancara eksklusif dengan Saudi Gazette, seperti dilansir Al Arabiya (23/4/2013).





Sabtu lalu Arnoud mengunjungi makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi di Madinah, dan meminta maaf karena menjadi bagian dari film yang mendeskriditkan Islam.





Ia menyesali perbuatannya itu, yang dilakukan bersama petinggi partai yang dipimpin Geert Wilders. "Ini saatnya untuk menutup buku. Aku benar-benar tak ingin mengingatnya," kata dia. "Film yang memicu reaksi luas merupakan langkah yang teramat salah dari pihak kami. Karena mengandung banyak informasi yang menyesatkan dan tidak benar tentang Islam dan Nabi Muhammad."





Arnoud mengatakan, ia telah memutuskan, menggandeng perusahaan CDA yang berbasis di Kanada untuk membuat sebuah film internasional, untuk membantah prasangka yang beredar di Barat terhadap Islam dan Rasul-nya. "Saya akan menggunakan pengalaman saya memproduksi film alternatif."





Dianggap Pengkhianat





Arnoud mengaku menyesal terlibat dalam film yang mendiskreditkan Islam, sebelum berusaha mengetahui apa sesungguhnya agama itu.





Hujatan demi hujatan yang dialamatkan pada "Fitna" membuatnya tergerak mempelajari Islam, yang akhirnya menuntunnya menjadi mualaf.





Namun, keputusannya bukannya tanpa risiko. Mantan koleganya di Partai untuk Kebebasan PVV sontak marah. "Partai itu tetap dalam pendiriannya, menentang Islam dan penyebarannya ke Eropa. Beberapa dari anggotanya bahkan menganggapku pengkhianat," kata dia.





Kepada pihak-pihak yang menentangnya, Arnoud Van Doorn berpesan, "izinkan aku mengatakan, ini adalah keputusan pribadi saya. Dan saya tak akan menyerahkan kehidupan baru saya dalam Islam," kata dia. Karena bagi Arnoud, adalah hak setiap orang memilih agama dan kepercayaan.





Dia menambahkan, di situs jejaring sosial, ada banyak komentar antagonis dan kebencian atas putusannya itu. "Itu muncul dari ketidaktahuan, prasangka, dan permusuhan terhadap Islam dan muslim." Di sisi lain, ia berterima kasih semua orang yang mendukungnya.





Arnoud mengungkap, di depan makam Nabi Muhammad, ia juga berjanji untuk menyebarkan pesan sejati Rasulullah: damai. Dan berjuang untuk mendorong perdamaian dan hubungan yang harmonis antara orang-orang di seluruh dunia -- tak pandang agama dan latar belakang.







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Penghina Nabi Muhammad itu kini Masuk Islam: �Maafkan Saya...�






ARNOUD Van Doorn, mantan politisi Belanda yang anti-Islam, sekaligus eks anggota terkemuka partai sayap kanan yang dipimpin Geert Wilders, kini telah menjadi mualaf.





Seperti dimuat Saudi Gazette, Selasa (23/4/2013), kini ia makin memantapkan langkahnya sebagai seorang muslim dengan mengunjungi makam Nabi Muhammad di Madinah. 





Di sana, ia salat dan memohon maaf karena menjadi bagian dari film yang menghujat Islam dan Rasulullah, "Fitna".






Ia juga berniat membuat film internasional untuk mengkampanyekan Islam sebagai agama kasih. 




"Saya akan mencoba yang terbaik, untuk memperbaiki dampak buruk dari apa yang saya lakukan terhadap Islam dan Nabi melalui film "Fitna", "kata dia.





Di masa lalu, Arnoud di antara para petinggi Partai untuk Kebebasan PVV yang memproduksi film "Fitna".



Bulan lalu ia memutuskan untuk masuk Islam setelah mempelajari agama yang kerap ia hina, juga Rasulullah yang sebelumnya ia lecehkan.





Arnoud mengaku, kemarahan umat muslim dunia yang mengutuk film yang dibuatnya, "memaksanya" untuk mempelajari Islam. Yang kemudian menuntunnya pada hidayah.





Setelah bertemu dua imam di Madinah, Sheikh Ali Al-Hudaifi dan Sheikh Salah Al-Badar, Arnoud menuju Mekah untuk melaksanakan ibadah umrah.





Awalnya Dianggap Lelucon





Sebelumnya, Arnoud mengumumkan keputusan untuk memeluk Islam di profil Twitternya. Ia juga memposting tweet Kalimat Syahadat dalam Bahasa Arab.





Pada awalnya, semua orang yang melihatnya, menganggapnya sebagai lelucon.



Namun, Arnoud yang saat ini menjadi penasehat Pemerintah Kota Den Haag kemudian secara pribadi mengonfirmasi pilihannya menjadi muslim dalam surat resmi yang ditujukan pada walikota.





"Aku bisa memahami orang-orang yang skeptis dengan pilihanku, yang bagi sebagian orang tak diharapkan," kata Arnoud pada Al Jazeera. "Ini adalah keputusan besar yang sama sekali tak bisa aku anggap enteng."





Ia mengaku, rekan-rekan di lingkaran dalam partainya sudah lama mengetahui ia secara aktif meneliti Alquran, Hadis, Sunnah, dan tulisan tentang Islam lainnya. "Sudah hampir setahun lamanya. Aku juga sering berdiskusi dengan umat muslim tentang agama mereka."





Arnoud mengaku, kerap mendengar begitu banyak cerita negatif tentang Islam. "Tapi saya bukan orang yang mengikuti pendapat orang lain tanpa melakukan kajian sendiri."





Kini, pria 46 tahun itu telah berpisah dengan partai yang dipimpin Wilders dan maju ke pemilihan anggota ke Dewan Kota Den Haag dari jalur independen.





Keputusan Arnoud menjadi muslim mendapatkan reaksi beragam di Belanda. "Sejumlah orang menilai saya pengkhianat. Namun lainnya menganggapku telah membuat keputusan terbaik," kata dia. "Pada umumnya reaksi yang saya dapatkan positif. Saya juga menerima banyak dukungan di Twitter."





Ia juga menilai, pandangan negatif Barat terhadap agama Islam mayoritas didasarkan prasangka dan ketidaktahuan.



(saudi gazette/lip6)







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











�Sohib� Geert Wilders, Van Doorn Umrah ke Tanah Suci



MEMELUK Islam bukan hal yang mudah bagi Arnoud Van Doorn. Banyak penentangan yang dihadapi mantan Wakil Ketua Partai Kebebasan (PVV), Geert Wilders itu.


Terlebih ia dulunya adalah kader sekaligus teman Wilder yang diharapkan memperkuat gerakan anti-Islam partai berhaluan liberal tersebut.


Meski mendapatkan banyak penentangan, Doorn tidak ingin masuk Islam setengah-setengah. Ia pun menunaikan umrah ke tanah suci dan berdoa di sana.


"Saya tahu saya akan mendapatkan banyak penentangan, termasuk dari institusi pemerintah. Tapi saya yakin Allah akan menolong saya dan membimbing saya melalui masa-masa sulit ini," kata Doorn dikutip dari Al-Jazeera, Senin (22/4).


Doorn mengaku bersyukur bisa mendapat hidayah dan kemudian pergi ke tanah suci.


"Baru menyelesaikan #umroh. Saya sangat senang dan bersyukur bisa ada di sini :-)" tulis Doorn di akun Twitternya, @ArnoudvDoorn, Ahad (21/4).





facebookcom


Seusai menunaikan ibadah umrah, Doorn lebih senang lagi. Pasalnya, pemerintah Saudi mengundangnya untuk berhaji.


Arnoud Van Doorn bukanlah nama baru dalam jagat perpolitikan Belanda. Ia aktif di PVV, bahkan menjadi salah satu pucuk pimpinan sebagai Wakil Ketua.


Tetapi justru itulah yang mengusik hatinya. Mengapa partainya selalu memusuhi Islam? Rasa penasaran Van Doorn terhadap Islam semakin tak terbendung, hingga ia pun mulai mempelajari apa itu Islam yang sebenarnya.


Setelah hampir setahun mengkaji Qur'an, Sunnah dan sejumlah referensi Islam serta berdialog dengan penganut Islam, akhirnya Doorn masuk Islam.




Like ? Tweet :
Join ? Follow :

Pemain Bola Asing yang Menjadi Muallaf di Indonesia




Abanda Herman (kanan) mengucapkan dua kalimat syahadat





Nama bek Persib Bandung, Abanda Herman, kini sudah berubah menjadi Ahmad Abanda Herman. Itu setelah pada Kamis sore, 18 April 2013, bertempat di Masjid Nurul Iman, pria 29 tahun tersebut mengucap dua kalimat syahadat sebagai syarat masuk Islam.





Usai resmi menjadi muallaf (orang yang baru memeluk Islam), Abanda lalu menjelaskan dengan gamblang keputusannya berpindah keyakinan.





"Saya tidak begitu saja memutuskan masuk Islam. Semuanya terjadi dalam sebuah proses yang lumayan lama. Awalnya, saya ingin tahu, kemudian belajar hingga akhirnya benar-benar memutuskan jadi seorang muslim," ungkapnya.





"Saya juga tergugah dengan sejumlah ajaran Islam lainnya yang sangat menekankan bahwa semua manusia itu sama kedudukannya di hadapan Tuhan," tambah Abanda.





Abanda bukan satu-satunya pemain asing yang masuk Islam ketika bermain di Indonesia, berikut beberapa di antaranya:





1. Cristian "El Loco" Gonzales





Gonzales banyak belajar Islam dari istrinya, Eva Nurida Siregar. Mereka bertemu di Chile dan menikah pada 1995.





Pada 2003, pasangan itu kemudian hijrah ke Makassar. El Loco dikontrak oleh PSM Makassar. 





Di sana lah dia banyak belajar tentang Islam dan pada 9 Oktober, Gonzales menjadi muslim dengan nama Mustafa Habibi.





2. Danilo Fernando





Langkah Gonzales rupanya diikuti oleh rekan setimnya saat membela Persik Kediri, Danilo Fernando. 





Windy Fitria Marzuki, merupakan salah satu alasan pria Brasil ini rela pindah keyakinan.





Danilo masuk Islam pada 24 Januari 2008 atau empat hari sebelum mempersunting sang istri. Danilo pun punya nama Islam, Muhammad Danilo Fernando.





3. Marcio Souza





Mantan pemain Persib Bandung ini menjadi muallaf ketika membela Semen Padang pada 2009. Kondisi sosial masyarakat di Ranah Minang yang kental dengan ajaran Islam membuat pria asal Brasil ini tertarik mempelajari agama yang disebarkan oleh Nabi Muhammad tersebut.





Selain itu, Marcio juga mengaku banyak mendapat masukan dari rekannya di Tim Kabau Sirah yang sudah lebih dulu memeluk Islam, Antonio Claudio.





"Saya sering melihat Antonio sholat, dia tidak pernah ketinggalan. Dia juga sering curhat dan tukar pikiran soal agama,� kata Marcio yang punya nama muslim, Ahmad Marcio.





4. Patricio Jimenez





Merumput di Semen Padang pada 2004, pemain yang biasa disapa Pato ini menyunting gadis Minang bernama Novia Anggraeni dan berpindah keyakinan menjadi seorang muslim. 





Dari sang istri pula, Pato yang kini memperkuat klub divisi I, Persip Kota Pekalongan mendapat bimbingan mengenai ajaran-ajaran Islam.





5. Diego Michiels





Bek timnas Indonesia berdarah Belanda ini menjadi muallaf sejak 7 Februari 2013. Dia mengucap kalimat tauhid sebagai tanda masuk Islam di ruang sidang pengadilan. Saat itu, Diego sedang menjalani sidang atas kasus pengeroyokan.





Diego yang kemudian mengubah namanya menjadi Diego Muhammad mengaku masuk Islam karena sudah tertarik dengan ajarannya sejak masih tinggal di Belanda. "Sebelum ke Indonesia, saya bergaul dengan teman yang beragama Islam. Lalu, saya mulai mempelajari buku dan akhirnya memutuskan masuk Islam," tuturnya.





Selain para pemain yang disebutkan di atas, masih ada sejumlah pelaku sepakbola asing yang menjadi muallaf di Indonesia seperti Arcan Iurie, Antonio Claudio, Javier Rocha. | viva







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Friends

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. test - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger