Recent Movies

Dipanggil KPI, 'Pak Haji' di Sinetron Ramai-ramai Bertobat




Haji Muhidin, dalam sinetron TBNH



JAKARTA - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya memanggil lembaga penyiaran atau stasiun televisi yang menayangkan tokoh 'Pak Haji' berperangai buruk dalam sinetron yang ditayangkan di RCTI dan SCTV.



Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati adanya beberapa perubahan dan masukan dalam tayangan sinetron dan penokohan 'Pak Haji' itu.



Kepala Divisi Program dan Akuisisi SCTV, Banardi Rachmad mengakui akan mengubah karakter haji dalam sinetron 'Ustad Fotocopy' dan 'Tukang Bubur Naik Haji'.



"Alur cerita dan karakter tokohnya sudah mulai kita ubah, sudah mulai memperbaiki perangainya," kata Banardi kepada Republika usai rapat bersama KPI, Senin (22/4).



Lanjut ia mengatakan, dalam cerita itu juga sudah dimunculkan seorang ustad lain yang sangat kontra dengan karakter sebelumnya, sebagai perbandingan.



Hal senada disampaikan Sekretaris Perusahaan RCTI, Adjie S. Soeratmadjie. Ia memastikan akan ada perubahan terkait isi dan karakter sinetron 'Tukang Bubur Naik Haji' dan 'Berkah'.



Dan itu sudah dimulai untuk episode berikut-berikutnya.



"Kita sedang mensingkronkan masukan dari KPI untuk perubahan itu, ada beberapa yang sudah kita lakukan dan ada beberapa yang masih butuh penyesuaian," ujar Adjie. |







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Mengapa Harus Kartini?






Oleh Tiar Anwar Bachtiar (* Insists UI




Mengapa harus Kartini? Mengapa setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?





Pada dekade 1980-an, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsya W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik pengkultusan R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia. Tahun 1988, masalah ini kembali menghangat, menjelang peringatan hari Kartini 21 April 1988. Ketika itu akan diterbitkan buku Surat-Surat Kartini oleh F.G.P. Jacquet melalui penerbitan Koninklijk Institut voor Tall-Landen Volkenkunde (KITLV).





Tulisan ini bukan untuk menggugat pribadi Kartini. Banyak nilai positif yang bisa kita ambil dari kehidupan seorang Kartini. Tapi, kita bicara tentang Indonesia, sebuah negara yang majemuk. Maka, sangatlah penting untuk mengajak kita berpikir tentang sejarah Indonesia. Sejarah sangatlah penting. Jangan sekali-kali melupakan sejarah, kata Bung Karno. Al-Quran banyak mengungkapkan betapa pentingnya sejarah, demi menatap dan menata masa depan.





Banyak pertanyaan yang bisa diajukan untuk sejarah Indonesia. Mengapa harus Boedi Oetomo, Mengapa bukan Sarekat Islam? Bukankah Sarekat Islam adalah organisasi nasional pertama? Mengapa harus Ki Hajar Dewantoro, Mengapa bukan KH Ahmad Dahlan, untuk menyebut tokoh pendidikan? Mengapa harus dilestarikan ungkapan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani sebagai jargon pendidikan nasional Indonesia? 





Bukankah katanya, kita berbahasa satu: Bahasa Indonesia? Tanyalah kepada semua guru dari Sabang sampai Merauke. Berapa orang yang paham makna slogan pendidikan nasional itu? Mengapa tidak diganti, misalnya, dengan ungkapan Iman, Ilmu, dan amal, sehingga semua orang Indonesia paham maknanya.





Kini, kita juga bisa bertanya, Mengapa harus Kartini? Ada baiknya, kita lihat sekilas asal-muasalnya. Kepopuleran Kartini tidak terlepas dari buku yang memuat surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat Eropanya, Door Duisternis tot Licht, yang oleh Armijn Pane diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini diterbitkan semasa era Politik Etis oleh Menteri Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan Hindia Belanda Mr. J.H. Abendanon tahun 1911. Buku ini dianggap sebagai grand idea yang layak menempatkan Kartini sebagai orang yang sangat berpikiran maju pada zamannya. Kata mereka, saat itu, tidak ada wanita yang berpikiran sekritis dan semaju itu.





Beberapa sejarawan sudah mengajukan bukti bahwa klaim semacam itu tidak tepat. Ada banyak wanita yang hidup sezamannya juga berpikiran sangat maju. Sebut saja Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (terakhir pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita.





Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.





Kalau Kartini hanya menyampaikan Sartika dan Rohana dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).





Kalau saja ada yang sempat menerbitkan pikiran-pikiran Rohana dalam berbagai surat kabar itu, apa yang dipikirkan Rohana jauh lebih hebat dari yang dipikirkan Kartini. Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita.





Di Aceh kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati. Aceh juga pernah dipimpin oleh Sultanah (sultan wanita) selama empat periode (1641-1699). Posisi sulthanah dan panglima jelas bukan posisi rendahan.





Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? � apa karena Cut Nyak Dhien dibenci Belanda?� Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.





Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan, begitu kata Rohana Kudus.





Bayangkan, jika sejak dulu anak-anak kita bernyanyi: Ibu kita Cut Nyak Dien. Putri sejati. Putri Indonesia�, mungkin tidak pernah muncul masalah Gerakan Aceh Merdeka. Tapi, kita bukan meratapi sejarah, Ini takdir. Hanya, kita diwajibkan berjuang untuk menyongsong takdir yang lebih baik di masa depan. Dan itu bisa dimulai dengan bertanya, secara serius: Mengapa Harus Kartini?



*Peneliti INSISTS dan Kandidat Doktor Sejarah, Universitas Indonesia







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Video: Polisi Myanmar biarkan Massa Aniaya Muslim





SEBUAH rekaman video terbaru mengenai penyerangan kelompok Buddha terhadap Muslim di Myanmar terungkap ke publik. Dalam video tersebut, terlihat polisi membiarkan massa menyerang kaum minoritas Muslim.



Video yang diterima BBC tersebut memperlihatkan sejumlah polisi dengan santainya menyaksikan kelompok Buddha menyerang Muslim di kota Meiktila. Video tersebut direkam sebulan lalu, ketika sebanyak 43 orang tewas di Meiktila.



Dalam rekaman itu terlihat, sekelompok orang menghancurkan toko emas milik warga Muslim dan kemudian membakarnya. Seseorang yang diyakini seorang warga Muslim terlihat terbakar.



Sementara itu, Uni Eropa semakin tak sabar melihat perilaku Myanmar yang terus menerus menyerang kaum minoritas Muslim. Uni Eropa kini tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan sanksi kepada Myanmar.



Antara lain, membekukan aset lebih dari 1.000 perusahaan Myanmar, pelarangan bepergian bagi pejabat Myanmar ke Eropa, dan melarang investasi apapun dari Myanmar di Eropa. Sedangkan, sanksi embargo militer akan tetap diberlakukan.











Like ? Tweet :










Join ? Follow :











Indonesia beri Izin Perusahaan Israel kelola PLTP Sumut





Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Sarulla di Sumatera Utara tak lama lagi akan direalisasikan, wakil presiden RI Boediono meminta proyek tersebut segera dipercepat. Bahkan Menteri Energi Jero Wacik menyatakan dia berharap groundbreaking proyek tersebut bisa dimulai sebelum kabinet ini berakhir.



�Pemerintah mendukung proyek geothermal karena ada keuntungan finansial dan nonfinansial. Silakan investor berbondong-bondong. APBN memang tidak cukup dan sangat berharap investor masuk dan memberikan keuntungan semua pihak,� kata Boediono di kantor Wapres, Jakarta pada Kamis (11/4).



Proyek pembanguna ini menelan biaya US$1,5 miliar. Menurut Boediono, proyek Sarulla akan memberikan keuntungan yang cukup signifikan dan menghemat subsidi listrik sebesar 4 triliun setahun, lansir tempo.co (11/4/2013).



Perusahaan asal Israel, Ormat dipastikan akan berpartisipasi dalam proyek pembangkit listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Sumatera Utara. Ormat merupakan perusahaan asal Israel didirikan pada tahun 1965 di Yavne, Israel, oleh Lucien Bronicki.



Dilansir Aktual.co, awalnya Ormat hanya pemasok peralatan pembangkit listrik. Namun pada 1990-an perusahaan mengubah strategi dan memutuskan untuk tidak hanya untuk menyediakan peralatan pembangkit listrik, tetapi juga untuk memiliki dan mengelola stasiun energi listrik alternatif.






PLTP Sarulla, Sumut



Pada tahun 1991 Industri Ormat terdaftar di Tel Aviv Stock Exchange dan saat ini termasuk dalam Indeks TA-25. Ormat berharap bisa meraup USD $254.000.000 terkait dengan penjualan peralatan selama masa konstruksi Sarulla.



Partisipasi Ormat dalam proyek Sarulla memasok Converters Energy untuk pembangkit listrik. Selain itu, Ormat, melalui anak perusahaannya Ormat International Inc, memegang kepemilikan saham 12,75% di Sarulla, demikian dikutip oleh aktual.co dari situs resmi Ormat, Kamis (11/4),



Dita Bronicki, Chief Executive Officer Ormat, mengaku senang dengan proyek Sarulla. �Proyek ini, merupakan kali pertama kami masuk ke Indonesia,� kata Dita.



PKS Tolak Perusahaan Israel Terlibat



Keterlibatan perusahaan asal Israel, Ormat Technologies Inc, pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Sumatera Utara mendapat sorotan Soeripto, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).



"Saya sangat prihatin. Kita harus memprotes kebijakan ini. Israel tidak memiliki hubungan apa pun dengan Indonesia. Saya mendorong agar Ormas-ormas Islam mempertanyakan kebijakan ini," jelas Soeripto kepada hidayatullah, Senin (22/04/2013) sore.



"Israel tengah mengetes sejauhmana kelonggaran atau toleransi Indonesia dalam penerima perusahaan-perusahaan mereka (Israel). Jika ini lolos, maka ke depan akan banyak perusahaan Israel yang mengembangkan bisnisnya di Indonesia," katanya.



"Kader-kader terkaget-kaget. Bangsa Indonesia harus menolaknya. Masih banyak perusahaan-perusahaan yang tidak kontroversi yang mampu garap PLTP Sumut," tandasnya.*







Like ? Tweet :










Join ? Follow :











�Sohib� Geert Wilders, Van Doorn Umrah ke Tanah Suci



MEMELUK Islam bukan hal yang mudah bagi Arnoud Van Doorn. Banyak penentangan yang dihadapi mantan Wakil Ketua Partai Kebebasan (PVV), Geert Wilders itu.


Terlebih ia dulunya adalah kader sekaligus teman Wilder yang diharapkan memperkuat gerakan anti-Islam partai berhaluan liberal tersebut.


Meski mendapatkan banyak penentangan, Doorn tidak ingin masuk Islam setengah-setengah. Ia pun menunaikan umrah ke tanah suci dan berdoa di sana.


"Saya tahu saya akan mendapatkan banyak penentangan, termasuk dari institusi pemerintah. Tapi saya yakin Allah akan menolong saya dan membimbing saya melalui masa-masa sulit ini," kata Doorn dikutip dari Al-Jazeera, Senin (22/4).


Doorn mengaku bersyukur bisa mendapat hidayah dan kemudian pergi ke tanah suci.


"Baru menyelesaikan #umroh. Saya sangat senang dan bersyukur bisa ada di sini :-)" tulis Doorn di akun Twitternya, @ArnoudvDoorn, Ahad (21/4).





facebookcom


Seusai menunaikan ibadah umrah, Doorn lebih senang lagi. Pasalnya, pemerintah Saudi mengundangnya untuk berhaji.


Arnoud Van Doorn bukanlah nama baru dalam jagat perpolitikan Belanda. Ia aktif di PVV, bahkan menjadi salah satu pucuk pimpinan sebagai Wakil Ketua.


Tetapi justru itulah yang mengusik hatinya. Mengapa partainya selalu memusuhi Islam? Rasa penasaran Van Doorn terhadap Islam semakin tak terbendung, hingga ia pun mulai mempelajari apa itu Islam yang sebenarnya.


Setelah hampir setahun mengkaji Qur'an, Sunnah dan sejumlah referensi Islam serta berdialog dengan penganut Islam, akhirnya Doorn masuk Islam.




Like ? Tweet :
Join ? Follow :

Friends

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. test - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger